Pernah denger hadist tentang
peumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Quran? Sebagaimana rasulullah menggambarkan sosok
seorang muslim terhadap al-quran, rasulullah menggambarkannya ada yang seperti
buah utrujah, buah roihanah, dan buah kurma. Begitupula halnya dengan akhwat,
ternyata akhwat juga bisa dianalogikan
dengan buah-buahan yang lain. ssttt just for akhwat atau muslimah loh ya...
yang laki-laki ga usah ikut-ikutan, ato nanti bisa bikin perumpamaan sendiri
deh. Tapi yang ini bukan riwayat nabi
juga kali ya... Trus, perumpamaan atas
dasar apa sih? Ssst.. (lagi), jangan keras – keras, ini perumpamaan bagi akhwat
terkait dengan pernikahan dan rumah tangga.. #$%^&*
Yups, seperti halnya buah, pada
waktunya nanti, seorang akhwat juga akan dipetik. Perkara kapan dipetiknya, itu
urusan Allah, harapannya kita sudah menjadi buah yang matang ketika akan
dipetik. Ah... setidaknya sudah layak dipetik, kalopun belum matang, dia adalah
buah klimakterik yang ketika dipetik buah ini kan mengalami peningkatan
laju respirasi untuk mematangkan diri ^^.
So,, ada buah apa aja nih?
Pertama adalah Akhwat “kedongdong”. Akhwat yang dong-dongan. “Abi,, ambilin nimum
dong.. “,”mas, beli mesin cuci dong”. Begitukah yang dimaksud kedongdong?bisa
jadi sih... tau buah kedongdong kan? Uda kulitnya lecek, buahnya masam, eh, ga
tanggung-tanggung, bijinya juga berduri. Akhwat model ini tidak memiliki daya
tarik. Dari sifat dan sikapnya, gaya bicaranya,akhlaknya, bahkan senyumnya aja
bikin orang kabur. jangankan menjadikannya sahabat, apalagi dijadikan istri, kesannya cuma bisa merepotkan orang
lain. Terus gimana dong caranya menikmati buah kedongdong ini? Caranya yaitu
dengan mencarikan ikhwan “blender”, yang bisa mengolah kedongdong menjadi juz
segar agar lebih enak dimakan. Yaps, si ikhwan mesti sabar dan pinter-pinter
aja mengolah akhwat beginian kalo uda takdirnya dapet akhwat kedongdong.
Hehe... Yang gak enak kalo udah akhwatnya kedongdong ketemunya sama ikhwan
cobek. Udah kedongdongnya ga enak, ikhwannya gak sabaran, habislah dia dipukuli
ikhwan cobek ini.huhuhu,,, #$%^&*(
Kedua Akhwat Alpokat. Secara lahiriah,
alpokat tampak biasa-biasa saja. Ketika dipasarkan, pelanggan juga melihatnya biasa-biasa
aja, tidak begitu menarik. Dari luar kelihatannya gak jauh beda sama
kedongdong, bedanya daging buahnya labih lembut dan ga pake duri pada bijinya.
Ketika masih bergelantungan dipohon, dagingnya masih keras dan mentah.
Seringkali, begitu dipetik alpokat tidak langsung dimakan. Tapi buah ini perlu
didiamkan agar lebih lembut. Begitupula halnya dengan akhwat alpokat, Ibaratnya
ketika diajak musyawarah dengan suami, akhwat ini cenderung keras kepala, tapi
ia mendiamkan diri sembil terus merenung, sehingga suatu saatnya nanti, akhwat
alpokat ini sadar dan berusaha melembutkan diri. Beruntungkah ikhwan yang dapat akhwat alpokat
begini? jawabannya masih gambling. Tergantung apakah buah alpokat ini mau
mematangkan diri atau tidak. Kalo ditunnggu-tunggu ternyata ga kunjung matang,
wah,, sekali lagi, butuh ikhwan blender yang mesti sabar n pinter mengolah
akhwat jenis buah ini.
Ketiga adalah Akhwat Mangga. Akhwat
ini jauh lebih memiliki daya tarik, ketika matang, warnanya kekuningan, bikin
banyak orang tertarik memetikny. Jika yang berminat orang yang tak baik ia akan
mengambilnya secara paksa dengan melemparinya menggunakan batu. Sebaliknya,
jika yang datang orang baik, tentu saja ia akan datang pada pemeliknya. “tuan,
bolehkan saya memetik mangga anda?” eeaa... -__-a
Mangga memang menarik dan menyenangkan. Jika demikian, adakah kekurangan
buah mangga ini? Satu hal kelemahan akhwat mangga ini, yaitu “melenakan”. Bagi yang sudah makan satu bikin keterusan
pengin makan lagi, sampe akhirnya malah bikin perut mules. Ibaratnya, laki-Iaki
akan merasa senang ketika bersamanya, sayangnya ia justru melenakan. Ketika menikah dengannya bukannya bertambah
kecintaan pada Allah, tapi justru menjauhkan. Bukannya tambah rajin ibadah malah
tambah futur gara-gara nih akhwat. Akhwat mangga ini juga bukan akhwat yang
baik, sabaiknya jangan jadi akhwat mangga seperti ini lah ya.
Terakhir adalah Akhwat durian. Doyan
sama durian kan? Wah,, nyesel banget kalo ga doyan buah makhal ini. buah ini sudah
ketahuan harumnya meskipun belum malihat wujudnya. aromanya sudah semerbak
kemana-mana. Semua orang membicarakan kebaikannya. Siapapun tentu saja akan menginginkannya.
Tapi apa yang terjadi ketika orang melihatnya. Ia akan nampak sebagai orang
yang berwibawa. ia disegani dan dihormati dengan durinya. Tidak sembarang orang
bisa mendekati buah ini, apalagi berniat
mengganggunya. Semakin orang kenal durian, semakin tahu bahwa dibalik duri-durinya ia menyimpan hati
yang sangat lembut dan manis. Berbeda dengan mangga, ia tidak akan melenakan.
Seprti halnya durian, ia akan membuat pusing orang yang kebanyakan makan buah
ini. Ketika sudah mulai kebanyakan makan buah ini, ia akan memberikan warning.
Misalnya ketika sudah terlalu lama bersenda gura, istri macam ini akan
mengingatkan suaminya. “abi sudah adzan maghrib, waktunya untuk sholat.”
Ada-ada saja ya.. akhwat aja sampe
dianalogikan buah-buahan. Its oke lah... terus, pilih jadi buah yang mana nih
kalian? Selamat men”duriankan” diri aja deh J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar